Community

Ban Meletop on the Weekend

Ban Meletop on the Weekend

Melewati jembatan tol, aku pun merasakan hal yang aneh karena motor yang kukendarai agak oleng atau tidak terkendali. Tapi, aku masih tetap saja membawanya meski pelan. Setibanya di bundaran “Bambu Runcing” di Jl. A Yani, motor yang kukendarai semakin sulit dan kuat olengnya.

Akhirnya aku berhenti tepat di depan Polnep. Dan melihat ban motorku sudah kempis. Aku pun kalang kabut dibuatnya. Aku sempat bingung harus bagaimana. Karena, aku juga tidak tahu di mana bengkel terdekat di sini. Aku pun berusaha mendorong motorku dan mencari bengkel.

Tiba-tiba, ada seorang lelaki paruh baya menghentikan motornya tepat di sampingku dan bertanya, “Kenape Nak motornye?”

“Bocor nampaknye nih Pak,” jawabku.

“Oh, kalo bengkel dekat sini nih ndak ade, cobe masuk di jalan samping mol tuh. Mungkin ade di situ,” ucapnya memberikan saran padaku.

Aku berterima kasih kepadanya. Kemudian, beliau pergi dan aku segera mendorong lagi motorku yang semakin berat.

Sudah cukup jauh dan lama rasanya aku mendorong motor ini mencari bengkel. Akan tetapi, masih belum ketemu.

Sempat bertanya dengan orang-orang sekitar, mereka menyarankan bengkel di arah depan. Namun, setibanya aku di bengkel tersebut ternyata tutup.