Community

Ban Meletop on the Weekend

Ban Meletop on the Weekend

Oleh: Novie Anggraeni

Bagaimana perasaan anda jika mengalami ban meletop (pecah)? Gusar, pasti. Kalang kabut, bukan lagi! Inilah yang kualami hari Minggu kemarin. Waktu itu, aku akan pergi ke Pontianak untuk mengikuti pembinaan agama di Masjid Polnep. Pagi itu terasa biasa saja. Sebelum berangkat, aku sarapan terlebih dahulu dan berkemas diri. Sebelumnya, aku memanaskan motor terlebih dahulu.

Baca Juga:Covid19

”Blom diganti gik ban luar motor kau tu En!” seru salah seorang penghuni rumah yang sedang menggendong anaknya. Dia adalah Mbokku. Mbok adalah panggilanku untuk bibi, yakni saudara dari Mama. Dia mengingatkanku tentang ban luar motorku yang sudah rata karena belum lagi diganti.

“Iye, nantilah kalau Eni dah sempat pasti Eni ganti.” Aku pun menjawabnya dan segera menarik gas motorku.

Di perjalanan tidak ada yang aneh. Aku hanya memerhatikan simpang siur padatnya lalu lintas. Sesekali aku juga melihat pengguna motor yang menggunakan helm dengan posisi terbalik. Entah apa yang ada di pikiran orang itu sampai-sampai dia harus menggunakan helm seperti itu.