Setelah sempat putus asa, kak Adis, tantenya Jihan anak didik lesku ternyata masih ada di Masjid Polnep. Aku bercerita kalau motorku bannya bocor dan masih belum menemukan bengkel yang buka. Sebelumnya aku juga sudah menghubungi adikku agar dia bisa datang ke sini dan membantuku. Namun, adikku itu masih belum sampai.
Akhirnya kak Adis mau membantuku mencari bengkel karena dia tahu di mana bengkel yang masih buka.
Alhamdulillah, akhirnya ban motorku bisa mendapat penanganan montir. Sambil menunggu, abang montir pun bilang kalau ban motorku ini sudah harus diganti karena ban luarnya sudah agak berlubang. Akan tetapi, uang yang kubawa tidak cukup. Maka dari itu, aku hanya meminta mengganti ban dalamnya saja agar dapat bertahan sampai aku pulang ke rumah dan mengambil uang.
Dari pengalaman ban bocor hari ini, aku mendapat pelajaran, pertama, jangan menunda-nunda untuk menganti ban motor jika sudah dalam kondisi tidak layak. Kedua, membawa uang lebih, karena dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ketiga, lebih peduli dengan kendaraan, dan jangan mengabaikannya.
Semoga kisah ban motorku di hari Minggu ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Salam meletop! (*)
