Oleh : Khatijah
“Mok ke Jawai dah”.
Lama tak pernah kudengar ajakan itu, lagi-lagi dengan alasan sama seperti sebelumnya dikarenakan belum pulang kampung. Untuk informasi mengenai ajakan tersebut bukan mengajak bepergian ke Desa Jawai melainkan ajakan untuk pergi ke Pantai Putri Serayi. Tak bisa juga kujelaskan kenapa kami penduduk Jawai Selatan mengubah penyebutan Pantai Putri Serayi menjadi Jawai, dan Jawai itu hanya dikhususkan untuk Pantai tersebut sedangkan pantai lainnya seperti Pantai Kahona, Pantai Dunggun Laut, Pantai Sentebang selalu dengan jelas mereka menyebutkannya tak ada kata ganti.
Pengetahuan ini sebenarnya tidak terlalu aku permasalahkan karena memang sudah terbiasa dari kecil jika mereka bilang ke Jawai aku sudah tak perlu menanggapi dengan luas arti Jawai karena memang itu sudah kata khusus untuk pantai tersebut. Hanya saja kedatangan temanku ketika lebaran kemarin yang menimbulkan pertanyaan di benakku yang mana ibuku bahkan orang di sekitarku juga tak mengetahui jawabannya, mungkin perlu ekspedisi sebentar ke sekitaran Jawai untuk mencari jawaban yang masuk akal dengan pernyataan tersebut.
“Haa kakye, daan nak ke Jawai ke kitak?” tanya ibuku kepada temanku. Mendengar pertanyaan itu aku tak heran, tetapi terlihat dengan jelas wajah kebingungan mereka. Hening sekejap dengan pikiran masing-masing sebelum mendengar jawabannya.
