Akhirnya, muncul pertanyaan kawan Aulia yang satu ini, tapi bukan tentang orangutan. “Ayah Aulia kalau kerja pakai seragam apa ya?” Aku segera menyadari, bahwa di kepala anak-anak, bayangan tentang pekerjaan orangtua hampir identik dengan bekerja di kantor, berangkat pagi pulang petang, dan memakai seragam.
Sempat kelabakan dengan pertanyaan yang tak terduga ini, aku mencoba menjelaskan kepada anak-anak bahwa pekerjaan orangtua mereka sangat beragam. Ada yang bekerja dengan seragam yang sudah ditentukan, seperti pegawai negeri, tentara, polisi, guru, dan tenaga kesehatan. Tapi ada juga yang bekerja tanpa ditentukan seragamnya seperti apa, seperti pekerjaanku.
Aku coba mengalihkan materi agar fokus mereka tidak lagi pada seragam. Aku kuatir kehabisan amunisi dan tidak mampu menjawabnya lagi, hehe…
“Siapa yang senang jalan-jalan?” tanyaku kepada anak-anak.
“Saya… saya… saya…” anak-anak nyaris serentak menjawab, sambil mengacungkan tangan mereka.
“Nah, pekerjaan Ayah ini adalah salah satu contoh pekerjaan yang bisa menyalurkan hobi kita jalan-jalan. Bisa jalan ke hutan, danau, pantai, laut. Bahkan kadang-kadang Ayah juga dapat rezeki kesempatan ke beberapa tempat yang sebelumnya cuma ada di mimpi kita. Kuncinya satu, kita harus menekuni pekerjaan kita, ya anak-anak,” jawabku.
