“Jam 05.30 biasanya saya sudah berangkat dari rumah di Kakap membawa ikan gembong, kakap, ikan merah, bawal, dan sotong. Ikan-ikan inilah yang banyak diminati pembeli,” lanjut Bu Desi bercerita.
“Alhamdulillah, ikan yang saya bawa jarang yang tersisa, selalu habis,” sambungnya.
Bagaimana dengan penjualan ikannya di masa pandemi ini? “Alhamdulillah nyaris tidak ada pengaruh, karena tiap hari kan orang perlu makan ikan. Buktinya, dagangan saya jarang ada yang tersisa.”
“Yang penting saya sudah usaha, hasil akhir saya serahkan sama Allah. Berapa pun yang laku, itulah rezeki yang Allah kasih untuk keluarga saya,” jawabnya, mantap.
Dari Bu Desi kita belajar kegigihan dan keyakinan sebuah usaha yang insya Allah penuh barakah.
“Ikan segar… ikan segar…”
