Artinya beginilah masjid seharusnya memposisikan diri.
Beginilah Imam Masjid seharusnya memerankan fungsi di masyarakat : “MENGASUH UMMAT”, – merawat rakyat –
Rakyat itu bukan slogan “orang kiri”, rakyat itu serapan bahasa arab yang artinya harus di rawat. Harus di ri’ayah.
*
Maka kembali lagi ke beberapa rangkaian tulisan saya pada beberapa momen terakhir ini,
Negeri ini butuh SULTAN. Sultan yang memutuskan untuk mengabdi merawat ummat dengan segenap daya dan upayanya.
Ada 85.000 desa di negeri ini. Ada 270 juta rakyat. Anggaplah kita butuh 100.000 titik kesultanan masjid, itu masing-masingnya cukup kelola 3.000 jamaah, sudah cover semuanya.
Masjid Kapal Munzalan bahkan melayani dan membagi bantuan ke masyarakat non muslim di sekitar masjid. Gak masalah kok. Boleh kita rawat juga. Tetap dengan agamanya masing-masing gak papa.
Maka kembali lagi ke gagasan utama,
Negeri ini butuh 100.000 Sultan muda. Pemimpin lokal yang memimpin komunitas kecil, di wilayah fokus terbatas, maka dengan demikian potensi dan kepengurusannya akan maksimal.
1 Sultan muda mulai membangun masjid. Sang sultan mendorong tegaknya masjid, mengajak ummat sujud di masjid.
Setelah itu Sang Sultan mendidik ummat, memimpin halaqah subuh, mengajarkan Al Quran, memberikan inspirasi bagi masyarakat.
