Mengapa “karyawan masjid” sampai 300 orang? Karena masjid ingin memastikan layanan kepada ummat.
Mengapa belasan miliar dikumpulkan per bulan? Karena beras saja untuk pengelolaan Masjid Kapal sendiri sekitar 100 ton. Bersama gerakan nasional GIB jadi 518 ton sebulan. Ke pondok-pondok.
Mengapa Masjid buat sekolah, dari TK sampai S3 nantinya, ya untuk mendidik generasi jamaah. Basisnya waqaf, jadi masuknya bisa gratis. Tidak membebani.
Mengapa masjid sedang pembebasan lahan dan kerjasama dengan beberapa pengusaha property? Karena Kiyai sebagai Sultan pengasuh ummat memikirkan ketersediaan hunian bagi jamaah, terutama SDM internal masjid.
Mengapa Masjid membebaskan hektaran lahan di Kalimantan Barat? Karena Masjid memikirkan ketersediaan pangan untuk jamaah.
*
Ini foto linimasa natural dari mas Yudi Dan Firda Paskas Jogja yang sedang studi banding ke Masjid Kapal Munzalan.
Bisa dilihat bagaimana ibu-ibu mengantri sembako. Ini bukan kegiatan selebrasi sekali setahun. Untuk sekedear jepret letak di mading masjid. Ini kegiatan pekanan insyaAllah. Tiap jumat masjid bagi sembako.
Spirit Gerakan Sembako Jumat ini adalah arahan dari Kiyai Luqman yang sedang digarap bro Rangga Wibawa di Bogor. Kak Nirwana Tawil juga melakukannya secara personal di Balikapapan, Sleman dan Makassar. Kerjasama dengan masjid-masjid.
Jadi masyarakay dhuafa dirawat oleh masjid. Diperhatikan oleh masjid. Masjid hadir solve the problem.
