Community

Ketika Bang Baskoro Sakit

Ketika Bang Baskoro Sakit

Pagi-pagi sekali perawat berjilbab (padahal ini rumah sakit kalau tak salah milik yayasan Tionghoa) sudah datang untuk melakukan tensi. 180/90. Aku agak tenang.
Dokter Petrus datang lagi sekitar jam 10 siang, dengan senyumnya yang bersahabat. Seperti banyak Hasibuan teman-temanku: ramah.
Di tensi lagi: 170/90.
Sekitar jam 12:00, sohibku M Indrayadi dan istrinya Haniyah Indrayadi, datang membezoek. Tak lama sohibku yang lain, mantan mahasiswaku: Indrawan dan istrinya, juga datang.
Entah dari mana mereka tahu aku dirawat.
Sangat terhibur dengan kedatangan mereka berempat. Sekitar jam 2 sore, mas Dion datang memberi semangat untuk sembuh.
Sorenya, teman-teman istriku datang. Ramai. Serasa aku tidak berada di rumah sakit. Tapi seperti sedang reuni alumni SMPN3 Pontianak. Ada Muhammad Sanawani, ada Eliza Deliyanti, ada Angki Karyati, ada Sri Mulyati, ada Yaya Caloh, Ina, Nuraida Ida dan entah siapa lagi.

Malamnya, perawat datang lagi, ditensi lagi: 160/80. Lebih tenang tidurku tadi malam.
Tadi pagi-pagi sekali, perawat berjilbab asal Sanggau yang kemarin datang lagi. Tensi lagi 150/80. Hati benar2 senang. Karena belum pernah aku punya tekanan darah seperti itu. Selalu bermain2 di kisaran 170/100, 180/90,190/100, 200/100 bahkan kadang lebih.