Community

KOLABORASI BANYAK LEMBAGA DI KALIMANTAN BARAT

KOLABORASI BANYAK LEMBAGA DI KALIMANTAN BARAT

Saat ini, pengelolaan Koridor Labian-Leboyan memiliki tantangan cukup kompleks, mengingat kedua kawasan ini terpisah secara geografis yang rentangnya cukup panjang. Jika ditarik garis lurus, jarak kedua kawasan ini sekitar 30 km, sementara jika mengikuti alur sungai yang berbentuk meander, ciri khas sungai di Kalimantan, panjang sungai ini adalah 173 km. Kondisi ini mengakibatkan tantangan dan hambatan geografis yang cukup signifikan.

Dari sisi tata ruang, status lahan antara kedua kawasan ini pun bervarisi. Ada yang berstatus hutan lindung (HL), hutan produksi (HP), hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK), maupun kawasan non-hutan. Di antara kedua kawasan ini membelah jalur jalan lintas utara yang menghubungkan kota Putussibau dengan beberapa kecamatan di lintas utara hingga ke perbatasan Indonesia-Sarawak di Badau-Lubok Antu.