Community

KOLABORASI BANYAK LEMBAGA DI KALIMANTAN BARAT

KOLABORASI BANYAK LEMBAGA DI KALIMANTAN BARAT

Inisiatif pengembangan koridor ini sebenarnya sudah memiliki modal sosial yang cukup besar. Prakarsa membangun koridor ini sudah dimulai sejak tahun 2005 oleh berbagai LSM di Kalbar, termasuk kolaborasi Sawit Watch, Walhi, dan WWF dalam Nature and Poverty Program yang ikut didanai oleh IUCN Netherlands. Dalam program ini IUCN mengenalkan konsep Quality Management System (QMS), yang mencoba mengukur kualitas pengelolaan sumber daya alam (SDA) dengan instrumen yang sangat sederhana dan dapat dilakukan sendiri oleh masyarakat lokal. Hal ini berangkat dari keyakinan bahwa masyarakat tempatan mampu mengelola SDA di lingkungan mereka, termasuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kualitas pelaksanaan pengelolaan SDA tersebut.

Ada tiga perspektif yang coba dikawal oleh kolaborasi berbagai LSM ini di Koridor. Pertama, perspektif pengurangan kemiskinan, melalui peningkatan penghasilan masyarakat dari PSDA yang berkelanjutan dan meningkatnya kemampuan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam secara adil dan berkelanjutan.