Dengan demikian, baik secara lokal, regional maupun global, Koridor Labian-Leboyan memiliki nilai penting dan strategis. Sebagai koridor yang terletak di wilayah Heart of Borneo (HoB) dan komitmen kuat oleh para pihak dalam mengusung prinsip konservasi dan pembangunan berkelanjutan, koridor menjadi miniatur dari pengelolaan multi pihak dan model bagaimana sebuah kawasan dengan berbagai status dan fungsi yang beragam. Pelaksanaan pembangunan dan upaya mempertahankan fungsi perlindungan juga bisa dikelola secara berimbang, tidak harus dipertentangkan satu sama lain.
Kerja-kerja kolaborasi antara masyarakat dan didukung oleh para pendamping dari berbagai LSM di Kalbar ikut memperkuat semangat solidaritas dari masyarakat yang tinggal di sepanjang koridor yang terdiri dari empat kelompok etnis yang berbeda, yakni Iban, Kantu’, Melayu, dan Tamambaloh. Dalam satu kesempatan yang melibatkan para tokoh adat keempat kelompok masyarakat, Tumenggung Leo, wakil dari Tamambaloh melontarkan usulan, untuk menyingkatnya menjadi MIKE (Melayu, Iban, Kantu’, dan Embaloh/Tamambaloh). Usul ini diterima oleh yang lainnya, dan sejak itu nama ini dipakai untuk menyebut setiap pertemuan adat di koridor.
Salam Lestari, Salam Literasi
#MenjagaJantungKalimantan, #KMOIndonesia, #KMOBatch25, #Sarkat, #Day13, #hermainside, #SalamLestariSalamLiterasi
