Community

Masyarakat di Garis Depan Konservasi

Masyarakat di Garis Depan Konservasi

Di beberapa lokasi kerja WWF, proses ini berjalan baik dan menampakkan hasil cukup baik. Masyarakat terlibat menginisiasi dan mengelola program konservasi serta mengembangkan bisnis yang lebih adil dan lestari. Pada berbagai tempat, mereka mampu mengidentifikasi dan mengkomunikasikan isu strategis konservasi dan aspek terkait dalam kehidupan sehari-hari melalui pengembangan media yang sangat efektif, seperti fotografi berbasis masyarakat dan radio komunitas.

Mengingat hampir 70 persen wilayah kerja WWF-Indonesia beririsan dengan peta potensi bencana yang dirilis pemerintah, strategi pencegahan dan pemulihan bencana berbasis ekosistem juga menjadi kepedulian WWF. Masyarakat menjadi pelaku utama, sejajar dengan pemangku kepentingan lain, mulai dari penyusunan hingga penerapan strategi mitigasi bencana.

Segenap inisiatif dan strategi kerja keseluruhan yang diceritakan ini semuanya dilakukan dengan semangat sinergi dan kolaborasi bersama masyarakat, pemerintah, LSM, media, perguruan tinggi, para relawan, donor, swasta, seniman, budayawan dan elemen strategis lainnya.

Kebahagiaan kami menjadi sempurna ketika CEO WWF-Indonesia Pak Efransjah, Direktur Komunikasi Mbak Devy Suradji, dan Ketua Panitia 50 Tahun WWF-Indonesia Kang Irwan Gunawan setuju untuk menyisipkan peluncuran buku ini dalam rangkaian syukuran 50 tahun konservasi WWF di Indonesia di Ancol, Jakarta pada bulan September 20112, yang dihadiri lebih dari 400 staff WWF dari seluruh lokasi kerja.