in

Menuju Mengkalang

Oleh: Ambaryani

Subuh ini, belum adzan Subuh saya sudah bersiap menjalankan tugas. Senin ini, agenda saya menuju SMPN 8 Mengkalang. Saya sudah buat janji dengan teman CPNS yang ditugaskan di SMPN 8, Bu Yuyun Nursanti.

2 minggu lalu saya menghubungi Bu Yuyun dan menyampaikan hajat hendak melaksanakan kegiatan di sekolah tempat beliau bertugas. Gayung bersambut. Rencana ini disetujui kepala sekolah.

Saya ikuti jadwal keberangkatan Bu Yuyun. Karena memang saya dan suami belum tahu rute jalan menuju Mengkalang. Saya belum ada bayangan sama sekali jalan ke Mengkalang. Hanya pernah dengar-dengar, ke Mengkalang lewat sini, jalur ini. Tapi, belum telasnya.

Jam 6 pagi kami sudah di penyeberangan Arus Deras. Janji ketemu di sini. Kamu melewatkan sekali putaran motor air.

Penyeberang Arus Deras selalu sibuk pagi hari. Penumpang full. Motor saya hampir tak terangkut. Saya pikir, jalur ke Mengkalang tak sampai ke simpang Air Putih. Tapi ternyata dari penyeberang Arus Deras, terus hingga simpang plang menuju Air Putih. Setelah itu, ada belokkan kanan setelah menara api. Ada 2 tunggul kayu tinggi sebagai penanda belokan.

Setelah itu, menyusuri perkebunan sawit Bintang Mas, PT. Mar, Sintang Raya. Jalannya mirip-mirip, kata Bu Yuyun. Bahkan Bu Yuyun dan Bu Aslah mengaku masih tersesat setelah 5 kali perjalanan Mengkalang-Pontianak.

Kami sempat pesimis mendengar hal itu. Tapi jika pun itu terjadi, anggap saja kami diberi kesempatan memperpanjang langkah kaki. Rute kami seakan mengelilingi gunung Ambawang. Jalan berada di dekat kaki gunung Ambawang.

Ya, kami melewati perkampungan Ambawang dan Sungai Bemban. Sebelah kiri jalanan persawitan, sebelah kanan jalan hamparan padi yang sedang menguning. Ada beberapa petani yang sedang memanen padi mereka.
Panas terik hari ini, jalanan sawit hujan debu. Tas, celana, jaket kami menguning persis seperti padi petani Ambawang yang siap panen. Muka terasa tebal, bedempul debu. Jalan kecepatan 20an km/jam kami tempuh di jalan berpasir hampir 4 jam Pontianak-Mengkalang. Jika kecepatan lebih, waktu tempuh bisa lebih singkat. 2,5 hingga 3 jam.

Setelah melewati hamparan kebun sawit, kami sampai Desa Mengkalang Jambu. Sebenarnya, ada jalur yang lebih dekat. Tak jauh dari gerbang PT. Sintang Raya ada simpang 4. Ada plang, Pelita Jaya arah kiri, Dabong Mengkalabg Jambu arah lurus dan Mengkalang Arah kanan jalan. Melewati kebun sawit, hingga di ujung kampung Mengkalang.
Waktu tempuh terpangkas banyak melalui jaur ini, hampir 30 menit perjalanan. Tapi, jalur ini becek parah kalau hujan. Banyak lubang. Sementara jalur Desa Mengkalang Jambu lebih jauh, tapi jalannya semen. Lebih aman jika hujan. Selain itu, melalui perkampungan.

Jam 8.45 akhirnya kami sampai di SMPN 8 Mengkalang.
Bagian belakang sekolah, berbatasan langsung dengan semak belukar. Bagian depan parit, jalan utama Mengkalang dan komplek pemakaman.

Setelah mengumpulkan anak kelas VII, VIII, IX kami mulai kegiatan. Ada pengantar dari pihak sekolah, oleh Bu Yuyun, pengantar saya, dan kemudian penjelasan tentang menulis dan membaca, lalu dilanjutkan menulis bersama.
Sebelum Dzuhur kegiatan kami sudahi. Karena mempertimbangkan perjalanan pulang kami tanpa penunjuk jalan. Rute baru dan sedikit membingungkan sebenarnya.

Bersyukur kami sudah diberi arahan dan gambar rute jalan oleh Sekdes dan pegawai honorer kantor Desa Mnegkalang. Selain itu, saat kami menyeberang di Ambawang, ada suami istri dari Seruat hendak menuju Pontianak. Akhirnya, kami sepakat untuk terus bersama mereka hingga penyeberangan Rasau Jaya- Pinang Luar. Alhamdulillah, Allah mudahkan semua kegiatan hari ini. Dari keberangkatan hingga pulang. Semoga saja, suatu saat nanti kami bisa melaksanakan kegiatan serupa di sekolah lain. Amin…

Written by Ambaryani

Ambaryani, Pegawai Pemerintahan Kabupaten Kubu Raya. Lulusan Program Studi Komunikasi STAIN Pontianak. Buku berjudul; 1. Pesona Kubu Raya 2. Kubu 360 adalah buku yang ditulisnya selama menjadi ASN Kabupaten Kubu Raya

Mengkalang, Oh… Anak Mengkalang

Kiat Naik Bis agar Sampai dengan Selamat