Community

Naskah tentang Kampung Halaman

Naskah tentang Kampung Halaman

“Cepat kejar” Seru pemilik tembakan kencang diatas temparaan, seorang pemuda gegas membawa serampang dan parang mengikuti lari buruannya. Bertahun menjadi pemburu rusa di hutan dadap ini, ia telah mengenal benar naik dan turun tanah disela raksasa pepohonan belian, ia telah khatam segar wangi mempelam atau busuknya kentut kelensedu’, segera dia menemukan jejak darah di remah cahaya tuar nya

“Ke rumpun Buloh, Ke Payak Layang…” teriak pemuda dengan serampang, parang dan lampu tuar, pemilik tembakan turun menyusur akar gantung yang telah ada disana sejak ia belajar menembak pada Abahnya, bahkan kata abahnya, akar yang mengantarnya naik turun pohon belian itu lebih tua pula darinya.

Segera ia berlari menuju cahaya, hanya boleh ada satu cahaya dalam gelap itu, jika dua maka yang satunya pasti mata Rusa, begitu petuah para pemburu. Karena melanggar petuah pemburu pula, Kupai yang tak tahan gelap, tertembak punggungnya.

Pemuda itu menunjuk kilat cahaya di kejauhan, 5 Tombak menurun dari mereka, Rusa bertanduk melengkung indah mati langkah.

Atek Nuri senyum puas, lelaki berdestar hitam itu tahu benar bahwa peluru nya telah membuat luka di tubuh buruannya, luka membuat Rusa panik hingga salah langkah.