Community

ORANG PUNAN DI TENGAH KEKAYAAN ALAM YANG KIAN MENIPIS (1)

ORANG PUNAN DI TENGAH KEKAYAAN ALAM YANG KIAN MENIPIS (1)

Terakhir kami bertemu bulan Agustus 2003, ketika WWF bersama Balai Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) membawa beberapa tokoh masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar kawasan TNBK melakukan kunjungan muhibah ke Taman Negara Batang Ai, Sarawak, Malaysia. Selain Pak Lacik, beberapa tokoh masyarakat lainnya, seperti Pak Salowe (Ketua Dewan Adat Dayak Kapuas Hulu), Pak Paskalis Basyah dari Kayan, Daerah Aliran Sungai (DAS) Mendalam, Pak Batok (Tamambaloh, DAS Sibau), dan Pak Ucing (Iban, DAS Embaloh) juga turut serta dalam trip ini.

Masyarakat adalah pilar utama efektivitas pengelolaan kawasan konservasi. Lewat kunjungan muhibah ini, kami berharap terbangun komunikasi dan kerjasama antar masyarakat, sehingga bisa saling tukar pengalaman dan pembelajaran mengenai praktek-praktek dalam mengelola sumber daya alam secara lestari dan memberikan manfaat yang terus-menerus bagi masyarakat.

Kedua kawasan ini, Betung Kerihun dan Batang Ai (serta Lanjak Entimau Wildlife Sanctuary) sejak pertengahan 1990-an sudah merintis pendekatan kerjasama pengelolaan kawasan konservasi lintas batas (transboundary conservation area), dan termasuk yang pertama kali di Asia Pasifik. Selain Betung Kerihun/Batang Ai/Lanjak Entimau, ada juga inisiatif serupa di West Tien Shan di Asia Tengah (perbatasan Kazakstan, Kirgistan, dan China), Manas (perbatasan Bhutan dan Assam, salah satu negara bagian di India), dan Wasur-Tonda (Indonesia dan Papua Nugini).

Salam Lestari,