Community

Penguin Ketiduran di Bali

Penguin Ketiduran di Bali

Sekitar sembilan ribu peserta delegasi dari 186 negara hadir dalam pertemuan ini, diliput oleh lebih dari seribu jurnalis dari sekitar tiga ratus media internasional. Masyarakat sipil sebagai kelompok penekan (pressure group) juga hadir dalam event ini. Tercatat lebih dari 300 LSM ikut berpartisipasi, baik yang setuju dengan agenda perubahan iklim maupun yang anti dan berpandangan bahwa perubahan iklim adalah sebuah ilusi.

Aku di Bali memenuhi undangan dari Dr. Hwan-ok Ma, sahabat kental asal Korea Selatan di International Tropical Timber Organization (ITTO) yang menggelar side event dalam KTT Perubahan Iklim ini. Aku membawakan makalah tentang dua topik. Pertama, pengalaman mengembangkan program kerjasama lintas batas dalam pengelolaan kawasan konservasi antara Betung Kerihun dan Batang Ai National Park (BANP) dan Lanjak Entimau Wildlife Sanctuary (LEWS), Sarawak, Malaysia. Kedua, pengalaman WWF ikut terlibat dalam jaringan masyarakat sipil di Kalbar dalam memerangi pembalakan liar (illegal logging).

Aku mengenal Dr. Ma ketika ITTO mendanai program WWF membantu Departemen Kehutanan dalam implementasi rencana pengelolaan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) tahun 2002 hingga 2005. Walaupun dukungan ITTO sudah selesai, hubunganku dengan Dr. Ma tetap terbangun.