Community

Penguin Ketiduran di Bali

Penguin Ketiduran di Bali

Di luar, WWF-Internasional berunjuk rasa di depan pintu masuk utama Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali. Penguin adalah simbol kekuatiran warga bumi akibat hilangnya rumah penguin akibat mencairnya es di Kutub Selatan, yang menyimpan tiga per empat cadangan air tawar di bumi. Dan siput menjadi simbol mengingatkan seluruh negara peserta konferensi untuk tidak lamban mencapai kesepakatan, seperti jalannya seekor siput.

Pada salah satu sesi aksi damai ini, digambarkan penguin kelelahan akibat pemasan global ini, kemudian istirahat dan tertidur di kursi, sambil tak berdaya menyaksikan es yang terus meleleh. Juga lelah menunggu lamanya perundingan di ruang konferensi.

“Bang Herma saja ya yang duduk dan tidur di kursi, ya?” pinta Oi’. Aku mengangguk setuju. Beres, Bos.

Oi’ tidak tahu ada skenario yang sedang berjalan. Setelah cukup lelah ikut rangkaian side event ITTO, aku memang kurang istirahat. Tidur adalah obat utamanya.

“Bang, bangun Bang. Acara kita sudah selesai. Sukses besar Bang. Banyak media yang meliput,” kata Ipul, sambil menepuk-nepuk bahuku.

“Acting Bang Herma sempurna ya, dihayati sepenuh hati. Benar-benar tidur,” katanya, sambil tertawa ngakak.