Community

Penguin Ketiduran di Bali

Penguin Ketiduran di Bali

Beberapa kali aku mengirimkan email, update perkembangan program WWF pasca dukungan ITTO. Dia sangat senang, keberlanjutan program bantuan ITTO di Betung Kerihun kemudian diperluas skalanya ke Kapuas Hulu dan tempat lain di Kalbar oleh WWF melalui berbagai sumber pendanaan.

Aku mengiyakan tawaran Ipul. Ikut menjadi bagian dari WWF-Network dalam momen strategis seperti ini tentu saja sangat sayang untuk dilewatkan.

“Tapi ada tugas khusus nih buat Bang Herma dalam kampanye besok. Semoga Abang bersedia ya?” Ipul menyambung pembicaraan kami.

“Tugas apa tuh Pul?” tanyaku balik.

“Memakai kostum penguin. Boleh ya Bang?” pintanya, setengah membujuk.

“Kita lihat besok ya,” jawabku, sambil tertawa, membayangkan suasana kampanye besok.

Selasa pagi (11/12/2007), tim besar WWF-Internasional yang terdiri dari berbagai negara, sudah menyiapkan diri sesuai pembagian tugas masing-masing. Aku pun mulai memakai kostum penguin. Irza Rinaldi (Oi’), teman dari WWF Kantor Jakarta menemaniku memakai kostum penguin. Sementara Iwan Wibisono, rekanku yang lain, menggunakan kostum siput.

Hari itu mulai memasuki hari-hari terakhir perumusan kesepakatan negara-negara. Dua rekan kami, Fitrian Ardiansyah dan Ari Mochamad, berjuang dari dalam, ikut menjadi anggota Delegasi RI (Delri). Dari mereka kami mendapat update bagaimana alotnya negosiasi antar delegasi.