in

“Smarter Faster Better”

Book Review

IMG 20200620 WA0012

Oleh : Rike Rahayu

Buku kedua Charles Duhigg yang semakin buat saya suka dengan gaya menulisnya. Di Smarter Faster Better, ia kembali membawa cerita-cerita pilihan dari beragam studi kasus, wawancara dengan para ahli, dan laporan ilmiah.

Buku ini mengupas banyak lapisan tentang produktivitas, dan Charles Duhigg menyusunnya ke dalam 8 area: Motivation, team, focus, goal setting, managing others, decision making, innovation, dan absorbing data. ⁣

Banyak cerita dan insight yg saya suka dari buku ini. Ada yg sudah tahu dan dicoba, ada juga yang baru saya tahu. Yang pasti, banyak pengingat utk melatih diri membuat keputusan yang lebih tepat. Namun, satu bab yang paling saya ingat dan bikin merinding ada di bab tiga: Focus. ⁣

Di bab ini ada cerita ttg kecelakaan pesawat Air France Flight 447 (asli, ngilu banget baca beginian), dan ada juga cerita ttg Qantas Flight 32 yg berhasil mendarat dengan selamat. Keduanya dipakai untuk ⁣memperkenalkan istilah “cognitive tunelling”, “reactive thinking”, dan “mental models”. ⁣

Cognitive tunneling dipakai sebagai istilah yang menggambarkan kondisi malfungsi mental saat otak dipaksa untuk bertransisi dari setelan otomatis yang santai ke setelan untuk mengatasi kondisi panik. ⁣

Reactive thinking mendasari bagaimana kita mengalokasikan atensi, yang sebenarnya berguna untuk membangun kebiasaan. Namun, karena terlalu otomatis, reactive thinking bisa menutupi penilaian kita sehingga bisa langsung bereaksi tanpa berpikir.⁣

Untuk mengatasi cognitive tunelling dan membatasi reactive thinking yg terlalu otomatis, mental models yang diperlukan. Mental models dibangun dengan selalu membayangkan berbagai macam skenario yang mungkin terjadi. Ini yang membedakan kru pesawat Air France 447 dan Qantas Flight 32. Ada yg terjebak di dlm cognitive tunnelling dan reactive thinking, ada yg terbiasa menanyakan “what if?” ⁣

“Mental models help us by providing a scaffold for the torrent of information that constantly surrounds us. Models help us choose where to direct our attention, so we can make decisions, rather than just react.” ⁣

Suka! Buku bagus yg ngajak utk belajar lagi cara berpikir dan bekerja di kehidupan pribadi maupun profesional.

Written by Rike Rahayu

Rike Rahayu is a volunteer, a student, and a writer. A Volunteer of AFS Indonesia, Bina Antarbudaya chapter Pontianak, and Kampoeng English Poernama. She was studying at Trilogi University in Jakarta and currently at Pontianak State Polytechnic.

She was writing 3 books, and shortlisted for Journalism Fellowship to Malaysia and Singapore in 2018. She has contributed to KEP's Literature Project. She lives in Pontianak.

IMG 20200620 103928 316

Asa Generasi

IMG 20200620 WA0036

BPW KKSS KALBAR Akan Gelar Acara Halal Bihalal Virtual