Oleh: Saripaini
Sabtu, 13 Oktober 2018 anggota Club Menulis IAIN Pontianak menulis bersama. Hari ini agak spesial karena bersama 15 anggota baru anggkatan 2018. Ya, seperti motto Club Menulis “Buku-buku lokal untuk konsruksi lokal” maka tema tulisan perdana sebagai anggota Club Menulis adalah tentang lokalitas yang dibagi menjadi lima sub tema berbeda, yaitu, makanan tradisional, permainan rakyat, tradisi dan adat istiadat, pengobatan, dan pantang larang. Latar dalam tulisan tersebut menyesuaikan dengan daerah asal si penulis.
Hitung-hitung sarapan pagi.
Club Menulis, ya kegiatannya menulis. Rasanya anggota baru pun tak akan kaget jika diminta untuk menulis. Langkah pertama untuk menjadi penulis adalah dengan menulis. Mereka diberi waktu 1 jam untuk menulis. Singkat memang. Sengaja.
Perlahan ruangan senyap bersama gemuruh kipas angin.
Tulisan mereka hari ini akan dibukukan. Ya, begitulah Club Menulis, tak menunggu waktu lama untuk punya buku, bahkan di pertemuan pertama. Club Menulis memang tak pernah memberikan standar tulisan yang tinggi kepada tiap-tiap anggota, yang penting menulis, karena setiap karya ada nilainya, “jika ingin berbicara tentang kualitas nanti setelah 5, 10 atau 15 tahun lagi”. Itulah yang selalu dikatakan oleh Dr. Yusriadi pembimbing Club Menulis, rasanya itu sejenis suntikan motivasi jangka panjang yang selalu saya pakai untuk menjaga semangat menulis hingga saat ini.
