Sosok yang telah ditetapkan Presiden RI Ir H Joko Widodo sebagai pahlawan nasional karena gerakan perjuangan keorganisasian cq kepemimpnan, keislaman dan keindonesiaan itu sampai pula ke bumi khaTULIStiwa etos kejuangannya. Mahasiswa dan pemuda di Kota Pontianak pun bergerak dalam organisasi HMI. Ketua pertama di HMI Cabang Pontianak adalah Haji Muhammad Nur asal Parit Mayor, Pontianak Timur. Namanya pun diabadikan oleh para kader berikutnya sebagai nama mesjid HMI Cabang Pontianak yang tumbuh di atas tanah wakaf seluas 704 meter persegi pada lokasi jantung Kota Pontianak, Jalan KH Wahid Hasyim atau dikenal warga Pontianak sebagai Jalan Penjara atau “Jalan Penjare”.
HMI merupakan organisasi kader. Kaderisasi HMI ditempuh lewat rekrutmen mahasiswa melalui latihan dasar kepemimpinan level ‘bassic, intermediete dan advance’. Istilah kader HMI bassic itu sama dengan Starata-1 (S1), S2 (Master) dan S3 (Doktor).
HMI adalah organisasi kader yang melahirkan banyak pemimpin lokal, nasional dan internasional. Wapres Jusuf Kalla, Ketua DPR RI Dr Ir H Akbar Tandjung, Beddu Amang, Mr Clean Menteri Keuangan Mar’ie Moehammad dst dsb sangat banyak pemimpin dari masa ke masa untuk Indonesia Raya. Termasuk Kepala Badan Pengatur Minyak dan Gas Bumi (BPH-Migas) selevel Menteri, Dr Ir H Fanshurullah Asa, MT adalah mantan Ketua Umum HMI Cabang Pontianak.
