Zaman dulu selalu dipahami sebagai masa tua berkepayahan, sekadar untuk mengetahui kabar sanak saudara atau mungkin kekasihnya membutuhkan burung merpati pengantar surat. Menurut pengamatan penulis dalam membayangkan burung merpati tersebut, rasanya kini tidak ada lagi merpati yang sehebat merpati silam, pasalnya merpati pun susah ditemui dan kalaupun ada sekadar binatang peliharaan yang mengotori genteng rumah, memakan jemuran padi, dan liar ketika dihampiri. Barangkali merpati pun ikut arus perkembangan masa yang bertransisi menolak perbudakan oleh manusia terhadap mereka. Peralihan waktu pun terjadi, dari merpati upaya pengantaran surat kemudian mengalami perubahan menjadi kantor pos yang dikuriri oleh manusia. Paling tidak manusia tak lagi memperbudak merpati dan merpati lebih fokus mencari makan untuk dirinya dan untuk anak-anaknya.
Media Dosa dalam Jaringan
