Edukasi

“Sampai Jumpa Lagi, Besok, yang Menyelamatkan”

“Sampai Jumpa Lagi, Besok, yang Menyelamatkan”

“Walau saya tidak mengenalmu dengan baik. Tetapi saya selalu ingat akan sapaan-sapaanmu ‘Selamat pagi’ dan ‘Selamat sore, sampai jumpa besok!’ tiap kali engkau melewati pos jaga. Tadi sore, saya tidak mendengar sapaan ‘Selamat sore, sampai jumpa besok!’ itu. Karena itu, saya berpikir terjadi sesuatu padamu. Saya telah memeriksa setiap sudut pabrik ini. dan, ahkirnya, saya temukan engkau di sini”

Pengalaman yang mirip, saya (Leo Sutrisno), alami ketika telah meninggalkan Universitas Monash, Melbourne, tahun 1990, setelah hampir empat tahun menimba ilmu di sana. Banyak surat yang saya terima dari kawan-kawan Monash, diakhiri dengan kalimat “Fakultas kehilangan ‘Good morning’ berserta senyum lebar-mu, Leo’.

Memang perbuatan seperti ini amat sangat kecil tetapi jika dilakukan dengan tulus ternyata meninggalkan kesan yang mendalam kepada orang lain. Itu berati bahwa Tuhan Raja Semesta Alam, dengan caranya sendiri, telah menguatkan hati kita dalam menjalani jiarah kehidupan ini.

Mari kita selalu memberi salam dan senyum dengan tulus kepada siap pun. Mereka itu adalah teman seperjalanan dalam jiarah hidup ini. Melalui mereka, Tuhan menguatkan hati kita.

Semoga!