Edukasi

“Sampai Jumpa Lagi, Besok, yang Menyelamatkan”

“Sampai Jumpa Lagi, Besok, yang Menyelamatkan”

Bacaan Injil diambil dari Luk 20:27-38. Pesannya adalah, Ia adalah Allah orang hidup. Pesan itu tercermin dari tanggapan Yeus keika menanggapi pertanyaan orang Saduki. Ada seorang wanita ‘bahu laweyan’. Setiap kali menikah, suaminya meninggal. Peristiwa itu terjadi hingga tujuh kali pernikahan. Siapa yang akan menjadi suaminya setelah meninggal? Apakah kehidupan sesudah kematian adalah personal atau tidak hingga kini masih menjadi perdebatan baik para teolog maupun para filsuf.

Hidup ini memang milik Allah. Karena itu, kita wajib mengikuti perintah-Nya. Di antaranya, bertindak dan bertutur kata yang baik. Jika itu dilakukan, Ia akan menguatkan hati kita dalam jiarah hidup ini.

Kisah bijak yang sedang viral di media massa, berceritera tentang seorang penyelia industri daging. Suatu hari, ketika jam kerja selesai, ia bermaksud mengontrol gudang penyimpan daging. Nasib sial, secara tak terduga pintu tiba-tiba tertutup dari luar. Tak ada orang yang membantu. Setelah lima jam kemudian, ketika hampir ‘beku’ dan hatinya mulai putus harapan, datanglah seorang Satpam yang menyelamatkan.

Ketika ditanya, bagaimana tahu bahwa dirinya terjebak di ruang ini, si Satpam berkata: