Saya sangat sepakat, zakat jauh lebih baik ketimbang pajak. Persebarannya lebih merata dan tidak berbelit-belit urusannya. Belum lagi birokrasi yang lemah, lantas mudah saja wibawa pajak tergadaikan oleh perilaku bejat berkorupsi oleh orang yang tidak amanah. Adapun zakat, bias disalurkan secara langsung oleh kita sendiri atau kalau tidak mau repot diserahkan kepada lembaga zakat yang ada. Benar memang, lembaga zakat juga dapat melakoni korupsi, tetapi menurut hemat saya lembaga ini berlandaskan pada ketentuan Allah. Ancamannya lebih berat bagi yang mengerti. Pajak berbeda, ini dinaungi pemerintah yang sewaktu-waktu bisa diselewengkan semau hati.
Landasan zakat adalah filantropi Islam atau kedermawanan. Hakikatnya setiap manusia memiliki jiwa kedermawanan. Seandainya kedermawanan ini dimiliki sebagian besar umat Islam, sudah jelas kemiskinan bukan lagi persoalan. Hanya yang demikian ini merupakan sifat yang tidak semua orang sadari. Beberapa meninggalkan kedermawanan sekadar untuk kepentingan dan pemuasan pribadi. Dengan kedermawanan inilah lantas saya meyebut zakat bukanlah simbol kemiskinan.
