Potensi zakat menanggulangi kemiskinan amat tepat, yang perlu dibenahi adalah edukasi dan sosialisasi yang dilakoni lembaga dan pegiat ekonomi syariah. Apabila hanya satu dua yang bergerak maju, tidak mungkin harapan kita terhadap system ekonomi yang sejati ini diwujudkan. Sangat dibutuhkan uluran tangan dari semua komponen masyarakat. Zakat tidak semata dari orang dewasa yang sudah berpenghasilan, tetapi pula kawula muda sebagai tonggak keberlangsungan bangsa di masa depan.
Melalui dana zakat produktif untuk mengentaskan kemiskinan, umpamanya dengan dibangunnya rumah sakit, beasiswa, perumahan rakyat, bantuan dana pelaku usaha kecil, dan program lainnya. Semua bias optimal jika diserap dengan maksimal dan terarah. Akhirnya terciptalah masyarakat yang sejahtera melalui dana zakat sebagai sistem ekonomi syariah.
Dengan demikian, sekali lagi saya tegaskan zakat bukanlah simbol kemiskinan. Zakat adalah simbol kedermawanan seorang muslim yang mengedepankan sistem filantropi Islam. Ianya merupakan tonggak pembangunan ekonomi berlandaskan titah Allah Tuhan semesta alam. Lewat konsep yang ditawarkan zakat ini terbentuklah kemerataan distribusi kekayaan dan pendapatan tanpa pandang bulu. Melalui kedermawanan, jiwa social antarsesama muslim terjalin erat tanpa hambatan. Tidak ada lagi istilah yang kaya semakin tertawa, yang miskin semakin menderita.
