Kuliner

Ikan Sembelang

Ikan Sembelang

Oleh: Ambaryani

Pagi ini, 19 Desember 2017 langkah kanan agaknya saya. Sudah sebulan lebih di Kubu belum pernah jumpa dengan nelayan langsung. Padahal yang sering saya dengar, di Kubu banyak ikan segar.

Selama ini saya hanya tahu pengumpul dan penjual ikan di pasar dan steher-steher ikan.

Sudah mencari-cari. Informasi dari kawan-kawan dan warga setempat sudah saya kantongi. Tapi, tetap belum jumpa.

Dan pagi ini, saat menuju kantor, tidak sengaja saya melihat ibu-ibu sedang memilih ikan di dalam box ikan dan masih di atas sampannya. Sebenarnya sudah agak kelewatan, agak jauh. Tapi, saya pikir kapan lagi. Langsung saja saya parkir motor di tepi jalan.

“Masih ikannya, Buk?”, saya tanya pada ibu-ibu berdaster yang sedang memilih ikan.

“Maseh…”.

Tak hanya ibu-ibu yang menjawab. Beberapa orang yang sedang ada disana otomatis menyahut pertanyaan saya.

Pucukdicinta, ulam tiba. Begitu rasanya pribahasa yang tepat.

“Saya mau Pak, berapa sekilo?”, pertanyaan saya beruntun.

“Tak banyak lagi dah, tinggal ikan sembelang jak, yang kecik-kecik. Yang besak dah diambek orang”, kata Bapak-bapak yang juga membeli ikan dan disiangnya langsung di tangga sungai.