Kultur

Penelusuran Jejak Syekh Daeng Abdul Karim Pontianak

Penelusuran Jejak Syekh Daeng Abdul Karim Pontianak

Sepulang dari Mekah tahun 1883 datang di Kampung Masigi Desa Bonde Campalagian Polman Sulawesi Barat, tempat kelahiran penulis (Wajidi Sayadi) tepatnya di masjid Raya Campalagian. Syekh Daeng Abdul Karim dikenal sebagai peletak dasar pengajian kitab Sharf dan Nahwu, khususnya Sharf Galaffo yang menjadi cikal bakal lahirnya Pondok Pesantren yang kemudian melahirkan banyak ulama hingga saat ini. Tahun 1889-1892 Syekh Daeng Abdul Karim menjabat sebagai Qadhi Masjid Raya Campalagian ke VII (ketujuh). Setelah itu Beliau balik ke Pontianak Kalimantan Barat hingga wafatnya.

IMG 20200617 WA0009

Atas dasar itulah, Beliau sebagai tokoh kunci jaringan ulama abad XIX M Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat dan Kalimantan Barat. Nama Syekh Daeng Abdul Karim kurang bahkan tidak dikenal di Pontianak dan Kubu Raya Kalimantan Barat. Berbeda dengan puteranya Guru Haji Ismail Mundu sangat terkenal sebagai ulama legendaris.

Pada bulan September 2019 lalu, saya menulis buku kecil dan sederhana berjudul “Jaringan Ulama; Mekah-Yaman-Kalimantan-Sulawesi di Masjid Raya Campalagian Polman”. Buku ini rencananya akan direvisi, termasuk tentang Syekh Daeng Abdul Karim sebagai tokoh kunci jaringan ulama Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan dan Barat.