Menelusuri sekaligus menikmati lika-liku jalanan yang diapit oleh jejeran pohon pinang, pohon kelapa, kelapa sawit, dan pepohonan rindang lainnya. Setelah cukup terasa lebih dua jam duduk di motor dengan jalanan yang tidak mulus, sampai lagi di pertigaan, berhenti lagi, tengok kanan-kiri mau tanya., tiba-tiba terlihat ada bangunan kantor yang lumayan bagus. Akhirnya saya mendekat, eeh rupanya Kantor Urusan Agama Kecamatan Teluk Pakedai. Terpikir oleh saya, Kepala KUA-nya adalah alumni Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) dan Program Pascasarjana STAIN Pontianak. Saya penguji Tesisnya. Dalam hati terbetik rasa aman, dan yakin bahwa masjid Batu dan Maqam Guru Haji Ismail Mundu pasti sudah dekat karena pasti berdekatan dengan Kantor Urusan Agama. Jam sudah menunjukkan angka 11.15.
Setelah menunggu sejenak, Kepala KUA sedang menikahkan dua sejoli dalam satu ikatan suci di hari jumat hari penuh berkah. Saya titip pesan sama pegawainya, ada pak Wajidi dari Pontianak di ruang tunggu. Tak lama, pak Juliansyah, S.Sos.I., M.Pd Kepala KUA keluar dan bertemulah. Sungguh sangat senang dan merasa aman. Oleh karena waktu menjelang shalat jumat, disingkat cerite. Kebetulan pak KUA sangat sibuk dan banyak agenda pelayanan masyarakat baik di kantor maupun di kediaman warga setelah shalat Jumat sehingga tidak bisa menemani ke Masjid Batu. Seorang pegawai staf-nya bernama Fadri Ariyandi diberi amanah untuk menemani saya ke masjid Batu.
Penelusuran Jejak Syekh Daeng Abdul Karim Pontianak
