Kultur

Penelusuran Jejak Syekh Daeng Abdul Karim Pontianak

Penelusuran Jejak Syekh Daeng Abdul Karim Pontianak

Kata guru besar saya di kampung halaman, KH. Muhammad Zein (wafat 1988) mengatakan, Syekh Daeng Abdul Karim ayahanda Guru Haji Ismail Mundu pernah menulis menyalin Kitab Tafsir al-Jalalain. Tulisan al-Qur’annya berwarna merah dan Tafsirnya berwarna hitam. Bisa jadi, Tafsir yang dipakai Guru Haji Ismail Mundu yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Bugis adalah Tafsir al-Jalalain yang ditulis tangan oleh ayahnya sendiri. Hanya saja, sangat disayangkan karena Tafsir tersebut baik karya Syekh Daeng Abdul Karim maupun karya Guru Haji Ismail Mundu tidak ditemukan sampai sekarang.

Setelah dari masjid Batu, perjalanan dilanjutkan ziarah ke Makam Guru Haji Ismail yang letaknya tak jauh dari masjid. Guru Haji Ismail Mundu wafat pada hari kamis, 15 Jumadil Akhir 1376 H/17 Januari 1957 dalam usia 87 tahun (1870-1957). Ternyata di sana lagi sedang ramai peziarah sekitar 20-an orang satu kelurga dari Segedong dan Pontianak. Petugas makam atau tokoh yang kebetulan berada di situ juga memberitahu bahwa ayahnya yakni Daeng Abdul Karim dimakamkan di Sui Kakap Parit Lintang. Dia pun tidak tahu cerite jejak-jejak Syekh Daeng Abdul Karim.