Kultur

Takbiran di Hari-Hari Tasyriq dan Maknanya

Takbiran di Hari-Hari Tasyriq dan Maknanya

Apa makna tasyriq?
Tasyriq pada dasarnya berarti mengeringkan daging qurban yang telah disembelih.
Hari-hari tasyriq adalah waktu yang digunakan mengeringkan dan makan daging kurban. Bahkan dilarang berpuasa selama hari tasyriq sebagai hari kegembiraan menikmati santapan daging.
Rasulullah SAW. bersabda:
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
Hari-hari Tasyriq adalah hari-hari untuk makan dan minum. (HR. Muslim dari Nubaisyah al-Hudzaliy).

Pada hari-hari tasyriq penuh kegembiraan dengan santapan jasmani, diperintahkan juga oleh Allah untuk berdzikir, yakni bertakbir selama hari-hari Tasyriq.
Maksudnya bahwa Islam memerintahkan agar pemenuhan keperluan fisik dan rohani atau spiritual sekaligus. Tidak cukup hanya memenuhi keperluan santapan jasmani dan fisik, tapi mengabaikan keperluan spritual dan rohani.
Sebaliknya, juga tidak cukup hanya mengurusi keperluan spritual dengan hanya bertakbir, tapi mengabaikan keperluan santapan fisik dan jasmani.
Maka yang terbaik adalah dua-duanya terpenuhi.
Inilah makna Takbir di hari-hari Tasyriq.

Sekedar tambahan cara memahami ayat-ayat al-Qur’an, bahwa kalimat “اذْكُرُوا اللَّهَ” (Berdzikirlah kepada Allah) dalam al-Qur’an diulang 7 kali dengan maksud berbeda-beda. Misalnya kalimat “اذْكُرُوا اللَّهَ” (Berdzikirlah kepada Allah) pada surat al-Baqarah: 203 sudah dijelaskan di atas, yaitu Takbiran.

Kalimat “اذْكُرُوا اللَّهَ” (Berdzikirlah kepada Allah) pada surat al-Baqarah: 198 dan 200 dengan maksud ingat kepada Allah secara umum, baik dengan hati, lisan, ataupun dengan amal.