Diam sejenak, lalu lanjutnya, “Pagi harinya kujemur di emperan. Tidak begitu lama, lewat sepasang suami-istri yang sedang olah raga jalan kaki. Lama mereka memandangi lukisan itu. Akhirnya, si laki-laki berkata bahwa mereka berminat membelinya. Saya bilang, tidak usah dibeli, bawa saja. Tetapi, dia memaksa memberiku uang Rp 500.000;- Katanya, untuk menghargai ideku”
“Oh, begitu?” guman Pak Tua
“Suatu hari mereka datang lagi. Ia menawariku untuk bekerja di sanggarnya. Sampai sekarang, saya bekerja di sanggarnya dengan spesialisasi membuat lukisan bulu ayam di kertas kardus bekas”
“Jadi, ada hikmah di balik yang dulu kukatakan itu, ya Bu” Kata Pak Tua. Si tamu mengangguk tanda setuju.
Wabah Covid-19 belum tahu kapan berakhir. Semoga tidak lama lagi berakhir. Sambil menunggu itu, ada baiknya, jika mencari hikmah di balik bencana ini bagi kita masing-masing. Semoga!
LS; Pakem Tegal, 21 April 2020
