
Semoga mereka ingat esensi karya bhakti kepada Ibu Pertiwi. Juga paramedis–di tengah kerumunan itu saya kuatir meruyak Covid-19 setelah aksi yang mau tidak mau mereka harus lakukan karena memang hidup sejatinya bertaruh nyawa antara hidup dan mati. Persis pidato Bung Karno sewaktu demam revolusi, “Antara Hidup dan Mati. Tidak ada di antaranya lagi.”
Doa kami menyertai rakyat jelata dan abdi negara yang tulus untuk Elang Rajawali Garuda Pancasila–selamat dengan tawaf–gilir balik merah-putih dan mencengkeram Bhinneka Tunggal Ika.
Aksi massa seperti hari ini mengingatkan kembali pada dua aksi massa dengan ratusan ribu jumlahnya: Reformasi 1998 dan Aksi 212. Sekali lagi sikap negarawan sedang dalam batu ujian terbesarnya hari-hari terakhir ini. Semoga Allah SWT melindungi NKRI. * (Foto-foto dari ILC Group)
