Opini

Aksi Nyata

Aksi Nyata
Kepala KPH Sintang Timur: Niko Dimus, S.Hut. M.Si. Tetap dengan standar protokol kesehatan
  1. Adalah tidak adil ketika kita hanya mempersalahkan masyarakat di sekitar hutan yang menyebabkan degradasi & deforestasi hutan, kita mesti melihat ke belakang kurun waktu 20 hingga 30 tahun yg lalu bahwa hadir nya kooperaasi atau pemegang ijin seperti IUPHHK – HA, Ijin Perkebunan, ijin tambang juga bagian dari pada penyebabab perubahan iklim.
  2. Ketika kita saling menyalahkan pertanyaannya adalah poros mana lagi yang mempunya hati dan perasaan untuk menyelamatkan kan yang tersisa?
  3. Masyarakat di sekitar hutan tentu harus kita dampingi dengan aksi nyata (action) bagaimana mereka memanfaatkan hutan secara lestari agar mereka tetap bisa makan dan hidup dari sumber hutan.
  4. Tidak hanya teori di atas meja dengan rumusan yg menyita waktu berlanjut FGD yang kurang menyentuh akar permasalahnya, kadang diikuti kebijakan yang saklak.
  5. Aksi nyata adalah tempatkan masyarakat sebagai top manager sebagai pelaku utama dan pelaku usaha dalam menjaga hutan, tentu dengan memperhatikan kesejahteraan mereka sebagai kompensasi dari keikhlasan mereka tetap peduli dengan tegaknya pohon berdiri. Skema yang dapat pemerintah berikan ruang kepada masyarakat salah satunya melalui Skema PS (perhutanan sosial), melalui KTH (kelompok tani hutan), KWTH (kelompok wanita tani hutan). Oleh karena itu wajib diberdayakan NGO/LSM lokal sebagai pendamping PS karena mereka tau persis dengan apa yg dibutuhkan masyarkat, mereka tau persis karakter masyarakat setempat.
  6. Tidak berlebihan apabila NKRI yang tercinta ini ketika mendapatkan anggaran/hibah dari lembaga donor untuk merawat hutan serta oksigen yg tersisa ini dilibatkan pendamping lokal, lSM lokal atau local champion.
  7. Cerita REED+ bukanlah cerita baru tetapi cerita lama yg proses action dengan proses teori dan birokrasi harus dipercepat agar kita tidak akan kehilangan hutan alami.

Kadang banyak yang menyalahkan masyarakat disekitar hutan ketika mereka membakar ladang.
Asap ada dimana-mana lalu tundingan pun kepada masyarakat di sekitar hutan.
Tetapi begitu cuaca cerah oksigen dihirup mudah tanpa asap serta air bersih tersedia cukup, tak ada yang mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menjaga tegaknya hutan.