Dari sisi sejarah, Tayan merupakan salah satu front pertempuran. Ada banyak cerita dan catatan yang dapat diperoleh mengenai hal ini. Ada bukti bedil atau Meriam milik kerajaan yang masih bisa dilihat generasi hari ini. Disebutkan juga oleh berbagai sumber lama, bahwa di sini ada benteng pertahanan –namun, jejaknya tidak teramati karena keterbatasan waktu dalam pencarian data.
Tayan, meskipun sekarang hanyalah wilayah kecamatan di bawah Sanggau, tetapi, memiliki sejarah panjang. Di sini bertapak kerajaan Pakunegara yang kiprahnya menonjol dalam diplomasi politik kawasan.
Kerajaan Tayan ini pewarisannya terpelihara sampai hari ini. Paduka Gusti Yusri, Raja Tayan, menjadi pemegang kepemimpinan tradisional itu.
Tayan juga dicatat dalam beberapa catatan Belanda abad ke-19. Kawasan Teluk Kenilun (Kemilun) yang dikagumi Belanda karena tata ruang merupakan contoh satu diantara catatan itu. Tidak banyak rasanya –sependek yang diketahui, ada raja lokal Kalbar yang dipuji orang luar karena kemampuan kreatif dalam menata lingkungan.
Tentu saja, masih ada pesona Tayan lainnya. Ada makam yang bertulis Arab indah, ada banyak danau yang kaya ikan, pemukiman penduduk di pinggir sungai, dan penduduknya yang ramah.
