“Pintar di masa anak-anak belum tentu sukses karirnya di kemudian hari. bahkan banyak yang justru gagal”
Pak Tua mengangguk-angguk. Entah setuju entah tidak. Tamunya, si anak pintar, agak terkejut mendengar itu. Tetapi tidak lama kemudian, ia merespons dengan tenang, “Saya kira ketika masih anak-anak, Bapak termasuk anak pitar, ya?”
Baca Juga:Cangkul yang Lebih Tajam dari Pikiran
Si penyela tadi segera minta pamit. Ia ingin secepatnya meninggalkan pertemuan itu.
Masa akhir Wabah Covid-19 belum tahu kapan. Mari kita tetap menjaga kesehatan masing-masing dengan rutin berjemur dan menjaga udara ruangan tidak kering. Semoga!
LS; Pakem Tegal, 29 April 2020
