’Amr ibn ‘Ash, menceritakan, Pada suatu malam cuaca sangat dingin di suatu perjalanan menuju peperangan, Amru bin ’Ash bersama pasukan istirahat. Ia mengatakan, saya bermimpi hingga mengeluarkan sperma, ketika hendak mandi junub, saya khawatir bisasakit dan mati, jika mandi, maka saya bertayammum saja. Kemudian saya shalat subuh berjamaah bersama pasukan. Ketika sampai di Madinah, para sahabat menceritakan kasusku ini kepada Nabi SAW. Lalu Beliau mmemanggilku dan bertanya, wahai ‘Amr, Anda shalat berjamaah bersama sahabatmu sedang engkau junub? ‘Amr bin ‘Ash, “Menjelaskan kepada Nabi SAW. mengenai yang menghalangi dirinya untuk mandi junub karena cuaca sangat dingin, dan saya katakan, bahwa saya mendengar Allah berfirman:
وَلاَ تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
“Janganlah engkau membunuh diri kamu sendiri. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepada kalian. QS. An-Nisa, 4: 29). Mendengar penjelasan ‘Amr, Rasulullah SAW. ketawa dan tidak mengucapkan sepatah kata pun. (HR. Hakim).
Diamnya Rasulullah SAW. inilah yang disebut Taqrir, yakni Rasulullah SAW. setuju dan sependapat dengan apa yang dilakukan oleh ‘Amr bin ‘Ash.
