Berkaca dari jejak Natsir dan Syafruddin Prawiranegara, setidaknya bangsa kita juga pernah melupakan pahala para pendiri bangsa. Meski akhirnya, Presiden SBY berdamai dengan sejarah dan mengakui jejak kepahlawanan mereka. Natsir dan Syafrudin Prawiranegara yang dituding pemberontak, di periode Presiden SBY diakui sebagai pahlawan nasional.
Nah, kalau kita tidak disiplin mengikuti sejarah dan memakai logika segelintir yang menolak Sultan Hamid menjadi pahlawan, karena ada sedikit celanya. Saya yakin, pahlawan nasional kita tidak akan bisa mencapai angka 200 ratusan hingga kini. Mungkin yang tersisa hanya sosok putih full teladan, Bung Hatta seorang.
