Dengan jamuan dan pelayanan yang luar biasa dari Bapak Gubernur Bangka Belitung, kami sempat mendatangi beberapa tempat bersejarah tersebut selama tiga hari. Penyusunan yang rapih dan administrasi yang tertata membuat potensi Bangka Belitung menjadi unggul dalam hal pariwisata. Kami mendapatkan beberapa buku saku dan katalog wisata disana, dari Pemerintah Provinsi setempat. Seperti buku Come & Explore Bangka Belitung dengan semua jenis pariwisata yang bisa dijelajahi, serta katalog Cagar Budaya Bangka Belitung. Kami hitung setidaknya ada 54 (lima puluh empat) jenis situs, benda, maupun bangunan wisata sejarah yang menjadi cagar budaya. Salah satunya, Gedung/Roemah Persinggahan BTW (Pasanggrahan Banka Tinwinning) jelas memiliki potensi mendapatkan status Cagar Budaya Peringkat Nasional. Ke depan Bangka Belitung bergerak untuk mendaftarkan status cagar budayanya menjadi Cagar Budaya Peringkat Nasional.
Lain halnya dengan Bangka Belitung, kampung halaman kita Pontianak-Kalimantan Barat (Kalbar) juga memiliki begitu banyak potensi destinasi wisata. Akan tetapi ketika membandingkan keduanya, ketika kami berada di Bangka, kami berkesimpulan bahwa begitu banyak lubang kosong yang harus diisi dengan keseriusan pemerintah Kalbar maupun Pontianak. Mulai dari keseriusan menata dan menginventarisasi benda, bangunan, dan situs yang dianggap cagar budaya, hingga pelestarian dan perawatan cagar budaya tersebut.
