Opini

Bangka Bersejarah Sebagai Rumah Singgah

Bangka Bersejarah Sebagai Rumah Singgah
Anshari Dimyati, Ketua Yayasan Hamid bersama Gubernur Bangka

Memang, Muntok menjadi salah satu tempat bersejarah kedaulatan Indonesia. Sebelum menghadapi perundingan di Konferensi Meja Bundar (KMB), Sultan Hamid II bersama Kepala-kepala Negara/Daerah yang tergabung di dalam BFO, mendatangi Soekarno, Hatta, H. Agus Salim, Ali Sastroamidjojo, dan lainnya yang sedang diasingkan di Muntok, Pulau Bangka, oleh Belanda akibat agresi militer Belanda ke II di Yogyakarta. Kala itu, Sultan Hamid II sebagai Ketua BFO datang ke Muntok menemui Soekarno untuk membicarakan persoalan-persoalan persatuan bangsa, agenda teknis penyerahan dan pengakuan kedaulatan, persiapan-persiapan untuk perundingan di Konferensi Inter Indonesia I & II di Yogyakarta dan di Jakarta.

Di Gedung/Roemah Persinggahan BTW (Pasanggrahan Banka Tinwinning) tersebutlah perundingan, lobi-lobi politik, dan kesepakatan tokoh-tokoh bangsa dilakukan. Kemudian dengan kedaulatan tersebut, kemerdekaan dapat kita nikmati hari ini. Sesudah pesan, kesan, serta pidato dari Perwakilan Tokoh Sejarah, Tokoh Pengasingan, dan Yayasan Sultan Hamid II dari Pontianak dilakukan, acara dilanjutkan dengan Potong Pita, Potong Tumpeng, Pemasangan Lambang Negara Garuda Pancasila dan peresmian pengembalian nama asal atau nama asli dari Wisma Ranggam menjadi Gedung/Roemah Persinggahan BTW (Pasanggrahan Banka Tinwinning), oleh Gubernur Bangka Belitung dan didampingi oleh semua tokoh dan tamu undangan.