Gubernur Erzaldi pada kesempatan itu mengaku bangga atas kehadiran Ketua Yayasan Sultan Hamid II, Peneliti Lambang Dasar Negara RI Garuda Pancasila, yang keduanya dari Pontianak dan Putra Presiden Bangka RIS. “Bapak-bapak yang kami undang dari luar ini, sangat penting, untuk menambah pengetahuan sejarah aset kita, dan kami sangat bangga. Minimal ada titipan orang tua kita dulu yang berperan disini, sekalipun sedikit yang memotivasi untuk membangun bangsa yang kuat, hebat, seperti yang diharapkan tokoh-tokoh kita dulu,” ujarnya.
Gubernur menjelaskan, Pemprov dari setahun lalu sudah mulai mengembalikan keaslian bentuk dari Pesanggrahan WTB (Wisma Ranggam) ini. Tahun depan akan diselesaikan pengembalian bentuk tersebut. Sehingga, kenangan itu tetap ada disini. “Dari sini juga kita ingin menduniakan lagi Muntok, karena perannya dalam perjuangan Indonesia,” lanjut Gubernur.
Kami juga berkesempatan menyampaikan isi pidato yang berkaitan dengan pentingnya perjuangan pelurusan sejarah di Indonesia. Baik sejarah Sultan Hamid II, Lambang Negara Indonesia Garuda Pancasila, maupun perjuangan diplomasi bangsa Indonesia dalam menghadapi transisi kemerdekaan hingga kedaulatan penuh didapatkan. Tak kalah penting tentang situs sejarah dan cagar budaya yang harus terus dilestarikan dengan bentuk, isi, dan perangkat yang harus sesuai asli di dalamnya.
