Opini

Banjir dan Parit di Pontianak

Banjir dan Parit di Pontianak

Sebenarnya keadaan Jalan Purnama, sudah lumayan. Saya ingat 10 tahun lalu saat kami bekerja di Harian Borneo Tribune di Jalan Purnama, jalan ini belum ditinggikan. Bulan atau musim hujan seperti sekarang kawasan jalan ini sering kendaraan tak bisa lewat. Air lebih tinggi dari mulut knalpot. Nekat, pasti tedudok.

Saya dan kawan-kawan sering titip motor di ujung jalan Purnama-Sumatera atau dekat Jalan Karya, yang agak lebih tinggi –sudah lebih dahulu ditinggikan. Selebihnya kami jalan kaki dengan celana panjang disinsing atau malah dibuka.

Hanya, di samping jalan yang sudah ditinggikan, tanah di sampingnya sebagian tetap rendah. Bagian ini pada musim ini menjadi seperti kolam.

Sebagian rumah warga pun terendam. Mereka jadi langganan air di musim hujan. Kekecualiannya, jalan yang memiliki parit besar dan bersih.

Tapi, mau dapat parit besar dan bersih di kota ini… terbatas. (*)