Oleh: Yusriadi
Beberapa wilayah Pontianak tergenang banjir. Siklus musim dengan curah hujan tinggi yang mengguyur bumi menyebabkan genangan di wilayah rendah dan wilayah yang pembuangannya terbatas.
Kami sempat keluar, melintasi sejumlah jalan kota menjelang siang kemarin.
Sempatmerasa sedikit was-was.
Perasaan itu sempat muncul saat melintasi Jalan Purnama. Saya pilih jalan itu karena menganggap pintasan hendak ke Jalan Ayani. Biasanya memang laluan itu yang dipilih.
Eh, tak ingat –tepatnya tak tahu, sekarang lagi musim tergenang. Tak tahu kalau Jalan Purnama banjir.
Sejak masuk jalan Wonodadi genangan air sudah terlihat. Semakin ke arah Purnama, genangan makin tinggi. Saya mengukur, tinggi air dari permukaan jalan lebih setengah ban.
Melintasi jalan ini semua pengandara memilih bagian tengah jalan. Bagian ini agak lebih tinggi. Saya kira bagus juga untuk menghindari kemungkinan terperosok ke samping. Sempat masuk parit… alamak. Habislah.
Lewat bagian pinggir juga mungkin bisa menimbulkan masalah. Jika ada bagian berlubang, bagian berem yang lebih rendah, knalpot bisa masuk air. Bila itu terjadi, air bisa masuk ke dalam mesin dan motor pasti mati teduduk. Habis juga.
