Opini

“Begini ya ….Rasanya Duduk Nyantai dengan Penulis”

“Begini ya ….Rasanya Duduk Nyantai dengan Penulis”

Satu meja panjang dipenuhi gelak tawa kami, yaitu Finalis Duta Rumah Literasi. Namun di sisi sudut meja tampak para pembimbing kami sedang seksama mendengarkan cerita yang dibagikan oleh pak Nur Iskandar. Cerita tentang sesorang yang suatu saat biografinya akan tercetak menjadi sebuah buku.

Melihat etika yang diperlihatkan para pembimbing, kami pun diam dan ikut mendengarkan cerita Pak Nur Iskandar. Mataku berkeliling, melihat satu persatu wajah pembimbing yang begitu antusias dengan apa yang dibagi sang penulis biografi tersebut. Beberapa pertanyaan terlontar dari lisan para pembimbing . Bahkan, gelak tawa mereka pun terdengar berwibawa.

“Ternyata begini ya ngobrol santai ala orang-orang hebat?” pertanyaan yang hanya mampu diucapkan hati saat itu.

Aku berusaha fokus, mendengarkan obrolan santai. Memasang wajah yang kujiplak dari etika para pembimbing. “Belajar beretika seperti mereka, siapa tau karakter baik terbentuk”, batinku.

Saat waktu Jumatan mulai mendekat, satu persatu dari kami beranjak dari tempat. Di ujung pertemuan, saya dan Irvan yang merupakan salah satu finalis Duta Literasi berbincang sedikit tentang keinginan kami untuk mahir berbahasa Inggris. Sebuah hal yang sangat menyenangkan ketika pak Nur Iskandar memerintahkan kepada kami untuk ikut bergabung belajar berbahasa di Kampoeng English Poernama yang merupakan sebuah pendidikan berbahasa yang ia bangun sendiri.