Opini

Benarkah Indonesia Dijajah Belanda 350 Tahun?

Benarkah Indonesia Dijajah Belanda 350 Tahun?
Foto: Masa studi di Hartford Courant--USA--2002--Indo Journalist Programme dengan tema Journalism in Ethics and Investigative Reporting. Hartford Courant adalah surat kabar tertua di Connecticut-AS-berdiri sejak 1764


Oleh: Nur Iskandar

Benarkah Indonesia dijajah Belanda 350 tahun? Pelajaran sejarah jangan ditelan mentah-mentah. Perlu juga dipertanyakan secara kritis, ilmiah, independen. Contoh saja Kesultanan Qadriyah berdiri pada tahun 1771, belum lagi sampai 350 tahun. Kota Pontianak berdiri pada tanggal 23 Oktober tahun 1771. Jika kita hitung, sampai tahun 2020 ini baru akan berulang tahun ke-249. Ini sekedar ilustrasi.

Oh bukankah Kesultanan Qadriyah adalah paling muda di Kalbar. Iya. Kerajaan Mempawah lebih senior, Sambas dan Tanjungpura jauh lebih senior. Bahkan nama Tanjungpura atau Bakullapura masuk dalam “traktat” Soempah Palapa yang diproklamasikan Mahapatih Gadjahmada di era Majapahit yang menorehkan jejak Nusantara periode 1293-1520. Jadi wilayah mana yang dijajah 350 tahun di Nusantara? Ini yang patut kita garis bawahi.

Belanda masuk ke Indonesia karena tertarik dengan sumber rempah-rempah. Ekspedisi samudera Cornelis de Houtman tercatat pada tahun 1596. Kemudian didapatkan sumber rempah-rempah itu. Kemudian pada 20 Maret 1602, para pedagang Belanda mendirikan Verenigde Oostindische Compagnie (VOC) sebuah persekutuan dagang yang bertujuan memonopoli aktivitas dagang di Asia.
Pada 1603, VOC mendapatkan izin untuk mendirikan kantor perwakilan di Banten. Namun, Pieter Both, Gubernur Jenderal pertama VOC memindahkan kantor ini ke Jayakarta (Batavia).