Sementara itu, secara terpisah, masih menurut Kompas, sejarahwan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Rojil Nugroho Bayu Aji mengatakan, hal itu bertujuan untuk menguatkan bangsa. “Ada warisan sejarah untuk menguatkan pembentukan nasion. Warisan itu bisa kejayaan, bisa juga kepedihan. Kepedihan bisa jadi lebih ampuh menguatkan perasaan senasib sepenanggungan untuk bersatu,” ujar Rojil. Dari kenyataan di atas, sejarah memang butuh banyak koreksi dan pelurusan. Tanpa mengurangi maksud dan tujuannya ketika itu untuk membakar semangat perjuangan melawan penjajahan.
Benarkah Indonesia Dijajah Belanda 350 Tahun?
