in

Berani Memulai

Oleh : Mita Hairani

Dulu aku adalah seorang gadis yang sangat acuh. Aku menjalani hidup apa adanya tanpa berharap akan kehidupan yang lebih baik. Aku tak pernah ingin keluar dari jalur dan takut melangkah lebih karena pasti akan ada resikonya.

Seiring berjalannya waktu, aku mulai menyadari bahwa hidup ini adalah tantangan. Kita tidak akan mendapatkan apapun jika kita tidak berani untuk memulai menghadapi tantangan. Bahkan dari kecil kita sudah memiliki intuisi untuk memulai diantaranya mulai mengamati, menangis, tiarap, merangkak, berbicara,dsb. Jika ragu, mulailah dengan hal yang kecil terlebih dahulu.

Aku akan berbagi sedikit pengalaman. Pengalaman ini dimulai ketika aku memutuskan untuk masuk ke Club Menulis.
Masuk Club Menulis bukanlah keputusan mudah. Aku mendaftar dengan modal nekad karena sejujurnya aku tidak percaya kemampuan sendiri. Ada rasa takut dikucilkan dan mengecewakan, namun semuanya itu kuabaikan.
Ternyata setelah dijalankan, semuanya itu tidak sesulit yang pernah terbayangkan. Benarlah apa yang dijelaskan dalam Alquran bahwasanya di balik kesulitan itu ada kemudahan.

Baca Juga:  HAKI, Hak Siapa?

Setelah masuk Club, ternyata aku mampu menghasilkan karya yang sebelumnya aku pikir akan sangat sulit atau bahkan mustahil untuk dilakukan. Dari Club Menulis aku dapat mengikuti berbagai kegiatan seperti Kampung Riset, memiliki banyak teman,banyak relasi, berani menyatakan pendapat,dilibatkan dalam berbagai kegiatan. Intinya aku mendapatkan banyak hal dari keberanian. Aku menyadari bahwa aku dapat melakukan sesuatu yang lebih dari apa yang aku pikirkan. Hanya perlu berani untuk memulai agar dapat hidup lebih baik dan tentunya dapat berguna bagi orang lain. Keberanian mengubahku.(Penulis: Mahasiswa SIA IAIN Pontianak)

Written by teraju

Islamic Bangking Fair JPS IAIN Pontianak

Diskusi Menarik Dalam Membuat Karya Tulis Ilmiah