Opini

Bingung Itu adalah Kewajaran Kita

Bingung Itu adalah Kewajaran Kita

Meskipun sudah tersaji dua pilihan, namun, sebagian orang tetap bingung. Apakah mengikuti imbauan pemerintah dan MUI atau mengikuti jalan yang diambil Masjid Mujahidin Pontianak? Siapa yang lebih berat timbangannya untuk diikuti?

Ketika dihadapkan pilihan seperti itu, tentu, sebaiknya ditimbanglah kiri kanannya. Sebaiknya dipelajari latar belakang dan pertimbangan sebuah keputusan diambil: baik oleh pemerintah, MUI, maupun masjid Mujahidin –atau oleh siapa pun.

Pemahaman latar belakang akan membantu kita memahami sebab sesuatu. Jika sebab telah diketahui, terpulangnya pada logika dan hati/rasa, untuk memilih mana yang sepatutnya diikuti.

Insyaallah, ketika sampai pada tahap ini, kita tidak akan lagi berkutat pada kebingungan. Justru, kita bisa merasakan hikmah di balik perbedaan. Bukankah taman bunga tetangga itu indah karena di sana ada kembang yang berwarna merah, kuning, pink, serta daun-daun yang berwarna hijau?

Sungguh, sebenarnya perbedaan adalah hal yang biasa. Kita, memang terdiri dari orang yang berbeda mazhab, beda aliran, beda pemahaman, beda ilmu pengetahuan, beda sejarah hidup, dll…Kita juga orang-orang yang berbeda kepentingan, dan beda juga pendapat serta pendapatan.

Oleh karena itulah mari kita menyadari dan menganggap perbedaan dalam menyikapi soal social distancing dan ibadah berjamaah adalah kewajaran kita. Tak perlu membuat diri terbengong-bengong karenanya. (*)