Opini

Bu Zubaidah, Syukri dan Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia

Bu Zubaidah, Syukri dan Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia

Di Kuala Lumpur, kami bertemu dengan beberapa orang asal Indonesia yang bekerja di negeri jiran ini. Bu Zubaidah, misalnya. Sosok perempuan berumur tujuh puluh tahun ini berasal dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat ini bercerita bahwa ia sudah dua puluh tahun berjualan nasi lemak dan berbagai jenis lauk. Dengan sewa sekitar 250 Ringgit Malaysia (RM) tiap bulannya, ia berjualan di trotoar dekat stasiun kereta, tidak jauh dari Masjid Jamik Kuala Lumpur. Jualannya selalu habis.

“Kecuali kalau hujan, jualan saya jarang sekali habis, masih tersisa sedikit,” tuturnya. “Biasanya saya berikan kepada saudara-saudara kita yang di sana,” sambungnya, sambil menunjuk ke beberapa orang tunawisma yang masih terbaring pulas di pelataran pembatas tanaman hias dan jalur pedestrian untuk pejalan kaki.

Mereka adalah para pekerja yang sulit mendapatkan fasilitas rumah karena tarif sewa yang cukup mahal di sini. Dua keping keramik ukuran sedang cukup sebagai alas tidur beratapkan langit bagi para tunawisma ini.